Kisah Kandang
Malam pekat, bulan gelap tak bersinar. Langkah terhenti, tak terlihat pada ketidakpastian malam. Hanya sorak-suara menggema, tercipta dari sentuhan kaki dengan tanah yang tak terlihat. Di luar, dingin menusuk, seiring dengan kehadiran es yang bersatu dengan keheningan malam. Di kejauhan, suara gemuruh mengetuk pintu-pintu, menyapa rumah yang telah hening dalam kegelapan. Aneh! Siapa yang ingin membuka pintu di tengah malam, saat kenyamanan tidur memanggil, terlebih lagi pemilik suara yang samar, terdengar lusuh dan (mungkin) memancarkan aroma yang tak mengundang.
Namun, dengan kesabaran dan suara yang hampir terputus, sang pemilik suara terus menjelajahi pintu-pintu malam. Apa yang diinginkannya, apakah ia mencari tempat berlindung atau hanya ingin berbicara di malam sunyi, tak ada yang memperhatikannya. Hanya sedikit yang terjaga, merespons seruan liar tersebut.
Semakin lama, gambaran sosok itu semakin jelas: seorang pria setengah baya, tegap, tubuhnya seperti tukang kayu. Ternyata, teriakan itu bukan untuknya sendiri, melainkan untuk mencari tempat berteduh bagi pasangannya yang sedang sakit. Sambil membimbing kuda kecil yang menyerupai kuda, keduanya berkelana mencari tempat istirahat, mengetuk pintu-pintu dengan harapan mendapatkan tempat. Namun, daerah itu ramai dengan pengunjung dari luar, dan penginapan di sekitarnya telah penuh.
Ah, ada yang terlewatkan dari pasangan itu. Ternyata, wanita itu hamil. Dan dari tindakannya, sepertinya kelahiran bayi akan segera terjadi. Sungguh kacau, tengah malam dan keinginan untuk melahirkan tiba-tiba muncul. Tanpa peringatan, pria itu panik ketika pasangannya menunjukkan tanda-tanda persalinan yang mendesak. Untungnya, seorang penjaga domba memberi petunjuk ke ruang kosong. Pria itu bersyukur dan tanpa ragu membawa pasangannya menuju tempat itu. Ruangan itu membingungkan, berbau dan tampak seperti kandang domba atau bahkan mungkin benar-benar kandang domba. Pria itu mencari tempat yang nyaman untuk berbaring, tetapi pasangannya merintih kesakitan. Dia melahirkan seorang bayi laki-laki yang lucu dan sehat. Bayi itu ditempatkan dalam sebuah kotak kayu, mirip dengan tempat makan domba.
Aneh! Sampai saat ini, bayi itu tetap tidak dikenal, dilahirkan di ruang yang mirip kandang domba atau mungkin benar-benar kandang domba. Bahkan lebih aneh, banyak orang yang memajang foto-fotonya di rumah mereka, di kalender, di antara halaman buku, bahkan di kulit tubuh para pemuda. Dan yang lebih aneh, foto itu juga berkeliaran dan dicari orang di bulan terakhir tahun. Siapakah sebenarnya bayi itu?


Comments
Post a Comment